T&t Magazine - Inspiring Your Techno Style

Switch to desktop Register Login

Sinergi yang telah dilakukan Smart dan Fren akan mempengaruhi pergerakan perusahaan ke depan. Layanan data makin diseriusi. Telekomunikasi makin memberi manfaat bagi semua kalangan, termasuk juga saudara-saudara kita yang ada di desa. T&t berkesempatan mewawancarai  Djoko Tata Ibrahim, Deputy CEO Commercial, Smartfren.

Bagaimana dampak sinergi yang telah dilakukan Smart dan Fren selama ini?
Cukup banyak sisi positif nya. Kombinasi FWA (Fixed Wireless Access) dan seluler menghasilkan produk Lokal plus, Jumlah BTS meningkat lebih dari 2 kali lipat (sekarang menjadi 4500 BTS), menjadi 9 carrier, sinergi SDM yang agresif dan dinamis, Smart semakin mudah kerjasama bundling dengan vendor handset, layanan data semakin kuat.

Layanan data cukup menarik karena merupakan layanan yang semakin digemari dan semakin menjadi andalan ke depan. Bagaimana Smartfren menyiapkannya?
Sinergi membawa rezeki. Kalau dulu hanya 1900, sekarang ditambah lagi dengan 800. Dulu cuma 4 jalur, sekarang ada 12 jalur. Kekuatan jadi super. Diibaratkan jalan tol, menjadi lebar sekali. Tinggal ngebut sesuka nya lah..

Data akan jadi andalan ke depan. Produk nya akan jadi produk unggulan. Kita mampu menampung lebih banyak pelanggan tanpa mengurangi kualitas. Consumen experience nya bisa lebih maksimal.

Kita tak ingin ikut dalam dilema yang terjadi saat ini di operator. Awal nya bagus, begitu banyak pengguna, mulai “bolot”. Itu gejala umum yang terjadi. Makanya bandwidth besar adalah satu-satunya jawaban. Tidak bisa lain lagi.

Promosi menjadi sia-sia. Jangan sampai kita promosi gencar, lalu orang masuk, operator senang, tapi pada akhirnya user atau pelanggan tidak senang.

Secara teknis di Smartfren sudah benar-benar terealisasi?
Saat ini kita sudah mendekati akhir sinergi bandwidth. BTS sudah bisa memancarkan kedua frekuensi ini.

Orang-orang pemakai data cukup kritis. Kalau mereka sedang browsing lalu “bengong” maka bisa kelimpungan. Karena ada banyak game-game yang diminati pengakses data dan membuat ketagihan. Misalkan game yang mesti kasih makan. Kalau tidak makan maka tanamannya bisa hangus. Padahal itu semua sudah dibangun dengan susah payah. Karya yang sudah dibuat berbulan-bulan hangus begitu saja. Jadi kalau rasa ketagihan tidak bisa dipenuhi, bisa bikin “sakau”. Demikian juga ketika browsing-browsing lainnya. Karena juga sudah menjadi gaya hidup, tapi begitu tidak bisa memenuhi standar kualitas mereka, maka bisa salah tingkah. Dan mereka tidak bisa terima. Makanya mereka cukup kritis dengan kualitas data.

Produk-produk baru seperti Android, tablet, dan lainnya bisa canggih karena online nya. Kalau online nya “bolot” ya menjadi tidak canggih lagi. Di luar negeri iPhone boom karena sudah pakai Fiber Optic dan sebagainya. Sehingga kapasitas sudah tidak menjadi batasan lagi. Makanya BlackBerry marak di sini daripada iPhone itu ya karena BlackBerry tidak terlalu memakan data dibandingkan iPhone.

Apalagi aplikasi yang memang menuntut kita untuk online. Sehingga bisa dijalankan secara maksimum untuk saling berinteraksi dengan komunitas penggunanya. Sehingga membentuk gaya hidup tersendiri. Dan seperti memiliki dunia sendiri. Biasanya orang-orang seperti itu fanatik sekali terhadap kualitas. Sehingga secara teknis kekecewaan pengguna data di Indonesia selama ini harus segera kita selesaikan.

Apakah ke depan Smartfren akan mengeluarkan platform layanan yang dapat membuat pengguna “ketagihan” seperti itu?
Pasti… kita akan challenge. Sekarang tinggal tunggu waktu. Sudah disiapkan. Kita tidak mau lebih dulu, tapi membuat konsumen kecewa. Karena kalau sudah kecewa sulit memperbaikinya sehingga effort nya lebih besar daripada kalau kita tunggu dulu sambil mempersiapkan secara matang.

Bentuknya seperti game?
Dari yang dasar dulu lah..dari yang biasa dulu..mulai yang simpel-simpel dulu. Karena untuk membuat yang begitu-begitu itu mereka kreatif. Kadang-kadang kita cuma memberikan landasan nya atau platform nya saja. Nanti langsung berkembang sendiri. Sehingga banyak sekali macam-macam aplikasi yang ada.

Platform itu akan mendukung apa saja yang dapat dilakukan end user? Kalau kita contohkan di Google kan platform yang disiapkan bisa sampai benar-benar memudahkan dan membantu user awam sekalipun. Contohnya kemudahan bagi user awam untuk membuat aplikasi. Kalau di Smartfren seperti apa?

Nah.. cara itu pun bisa diaplikasikan di kita. Jadi kita memberikan power nya saja. Sementara di Indonesia mungkin sudah ada yang memulai tapi tidak berhasil akibat speed dan power nya tidak mencukupi. Tapi di Smartfren, begitu kita kasih bensin, langsung… bhueerrrr… Menggebrak dengan sendirinya. Semua itu akan bergerak sendiri.

Secepat apa sih Smartfren?
Kita bisa klaim sampai 9.3 Mbps. Kalau CDMA yang biasa itu 1x. Kita juga punya EVDO. Bahkan sudah sampai ke Rev A yang bisa sampai 3.1 Mbps. Dan sebenarnya kalau sudah sampai 1 Mega, orang itu sudah happy. Standar 350 Kbps saja sudah bagus. Tapi sebenarnya network kita sudah bisa ke Rev B. Sehingga bisa sampai 9.3 Mbps. Cuma memang perangkat yang Rev B compatible masih terbatas.

Hebatnya kita juga bisa memberikan layanan yang sama untuk semua wilayah. Bicara 3G, di mana-mana BTS kita ada. Kalau yang lain, akan sulit memberikan seluruhnya bisa 3G. Sehingga layanan 3G tidak merata di seluruh Indonesia. Kadang mereka milih, di kota-kota besar saja. Kalau ada 10ribu - 20ribu BTS nya, mungkin hanya 10% saja yang memiliki kapasitas lebih dari 1 Mbps.

Kalau kita, di desa mana pun, atau di hutan manapun, walaupun untuk tramtib saja, kita sudah 3G juga. Jadi kita universal. Tidak milih-milih orang kota saja, yang desak tidak. Kita benar-benar USO (Universal Service Obligation)… atau diplesetkan Untuk Semua Orang.. hahaha…

Berarti meningkatkan produktifitas untuk daerah juga?
Banyak potensi-potensi daerah yang bisa kita optimalkan. Untuk keperluan bisnis, pendidikan, keamanan, ekspor hasil bumi, dan lain-lain. Sehingga banyak sekali manfaatnya. Kalau di voice dan SMS semuanya sudah “jor-joran”. Tidak menambah kecerdasan bangsa. Lebih ke konsumtif.

Kita juga mengupayakan agar desa-desa kita melek teknologi. Supaya mereka bisa memberdayakan hasil bumi mereka. Bukan hanya mengandalkan berjualan ke pasar terdekat saja. Tapi juga ada alternatif lain untuk berjualan.

Demikian juga nilai tambah-nilai tambah lainnya seperti pendidikan anaknya, pengamanan siskamling kampung nya, dan lainnya. Kita punya channel-channel ke sana yang menangani secara khusus.

Kemampuan data yang kuat didukung dengan promosi seperti apa?
Kita memperkuat posisi. Setelah Lokal Plus, kita ada juga layanan seluler yang lebih dinamis dan kalangan muda. Semua segmen mass market itu juga akan terus kita perkuat. Untuk data, kita akan sesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Lengkap! Ada harian, mingguan, bulanan, dan lain-lain. Ada 3 Mega, 5 Mega, berapa ratus Mega pun boleh. 1 Giga, 2 Giga, 3 Giga, dan lainnya hingga unlimited. Layanan data kita paling kompetitif dan paling lengkap dari yang ada. Dan juga experience maksimal.

Yang pasti kita akan terus memperkuat dominasi di data yang didukung oleh teknologi maksimal dengan jaringan 3G luas di seluruh nusantara. Juga dengan maksimum experience serta data kompetitif. Namun demikian, untuk pelanggan-pelanggan konvensional dengan voice dan SMS juga masih tetap kita garap meskipun itu tergolong ARPU rendah. Meski kita dapat 2 juta pelanggan tapi kalau pelanggan ARPU rendah kan beda dengan kita dapat 1 juta pelanggan tapi pelanggan data.

Bagaimana cara mencapainya?
Perbaikan jaringan, menciptakan produk-produk yang lengkap yang dapat memenuhi segmen dari konsumen seperti anak-anak sekolah, mahasiswa, karyawan, perusahaan, profesional-profesional di dunia bisnis. Semua kebutuhan mereka akan kita penuhi. Pada dasarnya mereka semua membutuhkan internet yang stabil dan cepat.

Direktorat Commercial akan jadi andalan ke depan?
Kita kan ujung tombak nya. Kita melayani berbagai hal. Pusat-pusat ponsel, yang menjual pulsa, small medium enterprise atau UMKM yang membutuhkan alat komunikasi yang murah.

Bayangkan kalau ada perusahaan dengan jumlah karyawan 100. Walaupun dari luar kota saling telpon tetap gratis. Bagaikan intercom perusahaan. Wireless intercom.

Kita juga ada modern outlet. Juga ada team yang ke desa-desa. Ini akan mengembangkan bisnis baru di desa.

Dan juga ada business solution untuk korporasi. Itu lebih ke perusahaan-perusahaan yang menggunakan VPN, konektifitas dengan kapasitas besar. Dijamin kalau pakai Smart, ada efisiensi 30%.

Mana yang paling besar?
Tentunya traditional telco masih mendominasi sekarang. Karena melalui channel itu kita didatangi pengguna. Sedangkan yang lain kita perlu upaya untuk “menjemput bola”. Alternatif distribusi yang cukup menarik contohnya ketika menawarkan minyak goreng, sekaligus menawarkan ponsel juga. Itu hal baru yang belum digarap orang tapi kita akan coba garap.

Rate this item
(0 votes)

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated.Basic HTML code is allowed.

T&t Magazine © Digital Publishing Dept. - Tren Media Group. All rights reserved.

Top Desktop version