T&t Magazine - Inspiring Your Techno Style

Switch to desktop Register Login

24 Nov

Smartphone Wanna Be Terus Meningkat

Trikomsel cukup sukses sebagai satu-satunya distributor ponsel yang sudah mencatatkan diri di Bursa Efek Indonesia. Dari harga saham di awal pencatatan sebesar Rp225 kini sudah mencapai Rp640. Sebuah prestasi yang cukup menggembirakan.

Apa rahasia sehingga distributor ponsel dan voucher pulsa ini dapat sukses? Bagaimana Trikomsel Oke ini akan mengakomodir tren yang akan terjadi di 2011 ini? Ikuti hasil wawancara T&t dengan Sugiono Wiyono, Presiden Direktur Trikomsel Oke.

Beberapa waktu yang lalu, Trikomsel kembali mendapatkan pinjaman dari 5 bank besar berskala nasional dan internasional. Jumlahnya pun cukup besar. Apa kiat yang membuat Trikomsel dapat kepercayaan sebaik itu?
Kami sangat berterimakasih kepad 5 bank yang memberikan kepercayaan pada Trikomsel. Saat ini, kami mendapatkan pinjaman sebesar Rp.1.065 miliar dan USD15 juta. Dari Bank BCA Rp400 miliar, Bank Mandiri Rp225 miliar, Bank Danamon Rp100 miliar, Bank BNI Rp250 miliar, dan Citibank Rp90 miliar dan USD15 juta. Jumlah tersebut lebih besar dibandingkan tahun lalu yang berjumlah USD79 juta. 

Semua ini kami peroleh dengan kerja keras menunjukan performance yang baik sehingga mendapatkan pinjaman tersebut. Tahun 2010 lalu, kami mampu membukukan pertumbuhan laba 50%.

Dana pinjaman tersebut akan digunakan untuk apa?
Dana tersebut akan digunakan sebagai modal kerja guna mendukung pertumbuhan bisnis. Baik bisnis inti maupun ekspansi bisnis dalam bidang multimedia yang telah direncanakan. Pembagiannya, 80% untuk modal kerja dan 20% lagi untuk memperbaharui outlet yang sudah ada dan menambah fasiitas.

Seperti apa target Trikomsel di 2011 ini?
Kami sangat berharap akan tumbuh 25% dibandingkan tahun 2010. Kami juga berharap ada penambahan outlet. Yang pada 2010 sudah mencapai 800 outlet, kini diharapkan akan bertambah hingga 900 outlet. Lokasinya sendiri sekarang 50% ada di wilayah Jawa dan sisanya di Luar Jawa.

Bagaimana dengan rencana mewaralabakan Okeshop?
Tetap, kami memiliki mimpi. Waralaba tetap menjadi harapa kami. Tetapi, kami juga belajar. Jika tidak serius maka waralaba ini tidak akan berhasil. Untuk itu, kami membuat departemen khusus yang menangani waralaba ini. Harapannya, tentu saja mimpi kami tersebut dapat terealisasi.

Lalu, dengan mimpi menembus pasar Asean sudah sejauh apa realisasinya?
Belum, saat ini kami belum dapat merealisasikannya. Kami percaya bahwa di Indonesia, pasar masih sangat besar. Jadi hingga saat ini masih konsentrasi di dalam negeri. Walaupun tetap, masuk ke pasar Asean menjadi mimpi kami.

Dalam pengamatan Bapak, seperti apa industri telekomunikasi di 2011 ini?
Industri selalu berubah. Teknologi baru pun turut mempengaruhi perubahan terhadap industri ini.  Kebutuhan konsumen pun akan ikut berubah. Artinya, kami sebagai pemain diindustri ini harus ikut berubah agar dapat mengakomodir kebutuhan konsumen. Jika tidak maka akan sulit untuk bertahan.

Misalnya, saat ini, trend smartphone akan semakin terlihat lagi walaupun 2010 lalu sudah mulai terasa. Lalu ditambah lagi dengan kehadiran tablet. Convergence antar industri pun semakin terlihat dengan kehadiran tablet ini. Memang saat ini masih menjadi trend di segmen menengah atas. Tetapi, ke depan, bukan tidak mungkin turun ke bawah.

Hal ini sudah terlihat pada trend ponsel touch screen. Di mana harga sudah mulai lebih terjangkau. Fitur sesuai dengan teknologinya, touch screen, tetapi harga murah.  Saya menyebutnya sebagai smartphone wana be. Para pengguna kelas ini lah nantinya menjadi potensi berganti ke smartphone yang sebenarnya.

Di masyarakat saat ini juga sedang terjadi trend social media dan social messaging. Apa yang Anda lihat dari fenomena ini?
Adanya trend social media dan social messaging mengubah cara pembelian sebuah ponsel. Jika dulu, ponsel yang sederhana, candy bar sudah cukup, sekarang harus disertai dengan fitur social media.

Apakah trend candy bar akan mati?
Tidak juga. Fenomena candy bar akan tetap ada. Akan tetapi lebih mengarah pada segmen menengah bawah. Potensinya pun masih sangat besar. Sekitar  50 – 70% konsumen Indonesia berada di level tersebut. Pada level menengah akan masuk ke ponsel touch screen dengan harga yang lebih terjangkau.

Lalu, dengan fenomena tersebut, apa yang akan dilakukan oleh Trikomsel agar tidak kehilangan moment?
Okeshop sebagai outlet khas Trikomsel akan merubah size outlet agar cukup. Cukup untuk menempatkan produk display dan cukup ruang untuk para konsumen yang datang untuk mencoba. Namun, itu semua disesuaikan dengan wilayah dan kota di mana Oke shop berada.

Faktor lain yang tidak kalah penting adalah SDM atau sumber daya manusia. Kita harus mengupgrade para karyawan agar konsumen yang datang ke Okeshop juga puas. Bahkan, kami juga membuat departemen smartphone untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Karena, perkembangan smartphone saat ini pun sangat pesat. Jadi, SDM kami pun harus dapat pengetahuan yang cukup agar konsumen juga puas setiap datang ke Okeshop.

Saat ini, daerah juga memiliki potensi yang luar biasa. Bagaimana Trikomsel melihat hal tersebut?
Ya, kita tidak boleh mengecilkan potensi regional. Setiap wilayah itu memiliki konsumen yang berbeda. Kita harus dapat memenuhi kebutuhan tersebut.

Kami juga coba terus menerus untuk merubah cara berpikir. Dan, kami coba untuk tularkan pada semua karyawan. Soalnya, tidak merubah cara berpikir maka tidak akan mudah untuk mengakomodir kebutuhan regional tersebut.

Di daerah juga bermunculan merek lokal. Apakah mereka dapat bertahan ditengah persaingan yang sangat ketat ini?
Jika serius dapat bertahan. Apalagi mikro tren itu sangat besar sekali potensinya. Persoalannya, untuk membangun sebuah merek itu tidak mudah. Lalu, di setiap daerah juga trendnya berbeda. Bisa saja, sebuah merek di wilayah satu sangat berkembang pesat, tapi di daerah lain tidak. Itu sebabnya, saya sangat mempercayakan mata dan telinga pada teman-teman di daerah untuk melihat potensi tersebut. Pasti mereka lebih jeli melihat. Pusat, tidak boleh arogan juga memaksakan kehendak ke sebuah daerah. Sebab, bisa jadi tidak cocok. Padahal, Okeshop menjadi distributor berbagai merek.

Daerah mana saja yang memiliki potensi besar?
Untuk saat ini masih dikuasai oleh 20 kota besar. Hampir 50% potensi itu ada di sana. Sisanya baru kota-kota lainnya. Dan, kami mengikuti trend tersebut.

Additional Info

Rate this item
(0 votes)

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated.Basic HTML code is allowed.

T&t Magazine © Digital Publishing Dept. - Tren Media Group. All rights reserved.

Top Desktop version