Bangsa Indonesia memiliki potensi luar biasa. Salah satu nya kreatifitas generasi muda nya. Contoh Arief Widhiyasa, anak muda Indonesia berusia 24 tahun, lahir di Denpasar Bali. Berhasil mengumpulkan anak-anak muda lainnya yang saat ini berjumlah lebih dari 50 orang. Ya… mereka semua adalah para kreator. Semuanya memiliki kreatifitas dengan passion nya masing-masing. Bisa dibayangkan bagaimana hasil kerja kolektif mereka?
50 an generasi muda kreatif itu memiliki mimpi yang sama. Apa mimpi mereka? Arief sendiri sedari kecil (Sekolah Dasar) sudah tergolong maniak game. “Dari kecil, dari SD kan saya pemain game gila-gilaan… hardcore,” ungkap Arief. Dari kesenangan sejak kecil itulah Arief ingin kerja di dunia game. Akhirnya memutuskan jadi pembuat game.
Sebelum masuk kuliah di ITB (Institut Teknologi Bandung) jurusan Teknik Informatika pun Arief memiliki keinginan supaya bisa belajar membuat game. Walaupun pada akhirnya dia tidak menemukan apa yang dia inginkan itu.
“Alasan teman-teman masuk ITB karena ingin membuat game, tapi setelah masuk Informatika ternyata tidak diajarin membuat game, “ kata Arief dengan kecewa. Menurut Arief, kalau mereka membuat game malah dicibir. “Untuk apa membuat mainan,” begitu menurut dosen. Padahal game itu secara kompleksitas jauh lebih tinggi dibandingkan program apapun. Tapi dosen justru kurang mengapresiasi jika mahasiswa membuat game.
Mimpi-mimpi ke 50 rekan Arief pun sama seperti Arief. Antara lain juga menjalani hidup dengan fun. Semua orang yang bersatu di Agate (perusahaan Arief bersama rekan-rekannya) sama-sama punya satu visi dan setelah menjalankan Agate, mimpi nya berkembang. “Kita melihat bahwa dari kecil hingga sekarang mengapa dapat menjalani hidup sangat-sangat bahagia? Kita merasa bahwa dengan game kita merasa tidak pernah stres dari kecil,” kata Arief.
Betapapun sulit nya pelajaran di sekolah, kita bisa tetap merasa bahagia mengikutinya jika kita menganggap nya seperti game. Jika Arief dan rekan membuat game, mereka merasa bisa share kebahagiaan. “Tagline kita Live the fun way,” ungkap Arief. Hidup dengan cara yang menyenangkan. Arief percaya bahwa hidup ini dapat dijalankan dengan cara lebih bahagia.
Arief menceritakan bagaimana filosofi dia dalam membuat game pertanian yang di dalamnya ada alat berat traktor. Menurut Arief, Indonesia itu seharusnya negara agraris. Petaninya harus nya maju. Arief membayangkan dengan pertumbuhan GDP (Gross Domestic Product) seperti sekarang, 20 tahun lagi petani kaya-kaya. Jika 1 orang punya tanah 1 hektar atau 2 hektar, dan harga buruh suatu saat pasti mahal, akibatnya dia harus mengelolah pertaniannya sendiri. Pagi-pagi aktifitasnya main traktor. Ketika si petani bangun pagi, disapa oleh traktor nya. Lalu petani memerintahkan traktor untuk men-scan topografi tanah pertanian. Setelah itu traktor bekerja dengan perintah petani.
Arief menggambarkan bagaimana game bisa masuk ke kehidupan nyata, dan membuat kehidupan nyata itu bisa jadi menyenangkan. Masih banyak contoh lainnya. Antara lain juga interaksi training orang di suatu perusahaan dibantu dengan game. Misalkan bagaimana cara mengoperasikan mesin agar tangannya tidak terpotong pun dapat disimulasikan dalam bentuk game. Misalkan dipasang di kantin suatu perusahaan. Sehingga secara tidak sadar pekerja pun telah menjalani training dengan cara menyenangkan.
Mimpi lain dari Arief dan rekan-rekan adalah membuat sebuah kawasan yang mirip castle atau benteng atau istana. Hal tersebut dapat dilihat di kantor nya di sekitar kawasan Setiabudi, Bandung. “Kita rancang ruangan ini biar bisa untuk teleconference juga,” kata Arief saat ditemui T&t di Studio nya.
Anak-anak muda tersebut bermimpi membangun dunia khayalan dan ingin diwujudkan dalam markas kerja mereka. “Kastil yang kita bangun ini berisi orang berbakat dan bersemangat di mana semuanya dapat bekerja sama menyenangkan seperti bermain game, di mana kreativitas tumbuh tanpa batasan,” ungkap Arief.
Tarik Devisa, Perkenalkan Budaya Bangsa
Agate terus memperkuat core nya di game. Sumber income Agate terbesar kebanyakan dari pasar global. “Kita ke luar negeri untuk tarik devisa dan sumber kita kebanyakan di luar,” ungkap Arief dengan gaya nasionalis. Anak-anak muda Agate terus bergerilya mencari pasar baru, menawarkan proyek game ke sejumlah web yang pasarnya di Eropa dan Amerika. “Dilihat dari nilai proyek nya, perbandingan antara proyek game luar negeri dan dalam negeri sekitar 60:40,” Shieny Aprilia, Chief Operating Officer Agate.
Sekarang market game Indonesia yang paling monetize atau yang bernilai uang adalah game online. Dalam mengelola market lokal pun tujuan nya antara lain untuk edukasi agar mereka bisa punya market di negara lain untuk kepentingan industri game kita sendiri.
Dari 19 perusahaan publishing game, hanya 1 perusahaan dari Indonesia. “Kalau Point Blank itu berasal dari Korea dan artinya dia mulai narikin kita punya duit,” kata Arief. Maka dari itu Arief dan rekan-rekan berharap kita harus sudah mulai protek dan itu yang antara lain dilakukan Agate sekarang. Contohnya, bangsa Indonesia kaya dengan situs-situs wisata menarik yang harusnya dapat kita kelola. Di momen kemerdekaan ini pun Agate berencana meluncurkan game untuk pengembangan budaya Indonesia, Amazing Journey.