T&t Magazine - Inspiring Your Techno Style

Switch to desktop Register Login

Goal Line Technology akan jadi asisten baru para wasit pada FIFA Piala Dunia 2014. Seperti apa teknologi tersebut?


 
Apa yang ditunggu saat nonton bola? Selain permainan yang bagus, tentu bola yang menjebol gawang. Terkadang, bola yang menjebol gawang ini pun menjadi kontroversi. Secara fisik masuk, ehhh tidak tahunya menurut wasit offset.

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan IFBA atau International Football Association Board yang di dalamnya terdiri dari wakil-wakil dari empat asosiasi sepakbola. Mulai dari Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA), Asosiasi Sepakbola Skotlandia (SFA), Asosiasi Sepak Bola Wales (FAW) dan Asosiasi Sepakbola Irlandia Utara Irlandia (IFA), serta FIFA. Menunjuk FIFA untuk mengevaluasi teknologi baru yang disebut dengan Goal Line technology.

FIFA bertugas untuk ujicoba teknologi ini termasuk dalam hal akurasi. Hasil akhir dari evaluasi ini akan disampaikan oleh FIFA pada IFAB pada Juli 2012 mendatang.
‘Tender’ untuk teknologi ini sendiri sudah dilakukan dengan Mei 2011 lalu. Kemudian akan berlanjut pada ujicoba pertama di akhir tahun ini yakni September hingga Desember 2011. Dan, ujicoba ke dua akan dilaksanakan pada Maret hingga Juni 2012 mendatang.

Saat ini sudah ada dua vendor yang memasukan proposal ke FIFA. Yang pertama adalah Hawk-Eye sistem yang dikembangkan oleh para insinyur di Roke Manor Research Limited. Teknologi yang digunakan sama seperti pada permainan kriket, tenis dan snooker. Prinsipnya adalah triangulasi dengan menggunakan citra visual dan data waktu yang disediakan oleh kamera video kecepatan tinggi di lokasi yang berbeda di sekitar area bermain.

Sistem ini menggunakan kamera kecepatan tinggi untuk melakukan pelacakan dan melacak saat bola berada di udara. Lalu, perangkat lunak akan menghitung lokasi bola ke setiap frame untuk mengidentifikasi. Setidaknya ada dua kamera yang merekam kejadian tersebut.

Hawk-Eye mengklaim bahwa Margin of error untuk sistem tersebut adalah 3,6 milimeter. Dalam proposal yang disampaikan ke FIFA, ada enam kamera di masing-masing berdiri di ujung lapangan. Dan, total pembiayaan ini £ 250.000.
Sayangnya, system ini belum real-time. Para pemain harus berhenti untuk memberi waktu pada wasit atau pejabat lainnya untuk meninjau permainan.

Vendor lain adalah Cairos GLT System. Sistem ini dibuat secara bersama antara Adidas dan Cairos Technologies AG. Sistem ini terdiri dari kawat tipis yang dipasang di bawah dan di belakang garis penalti. Listrik berjalan pada kabel menghasilkan medan magnet yang diambil oleh sensor di bola. Sensor akan mengukur medan magnet di bola dan mengirimkan datanya pada pusat komputer. Data tersebut akan dikirimkan ke wasit yang menggunakan jam tangan khusus. Walaupun Cairos mengklaim bahwa semua proses tersebut akan berlangsung hanya dalam hitungan mikro detik, tapi ketika di coba masih belum sempurna semuanya.
Akhirnya Teamgeist (artinya "semangat tim") II bola berteknologi tinggi ciptaan Adidas ini memberikan hasil yang cukup memuaskan.

Pada Maret hingga Juni 2012 akan dilakukan uji coba ke dua atau yang terakhir dengan beberapa kriteria yang sudah ditentukan oleh FIFA. Mulai dari software reliability, transmission signal quality, energy source, kinerja di bawah perubahan kondisi lingkungan (hujan, matahari, angin, kabut, dan lainnya), uji coba terhadap kejutan, kekebalan terhadap distorsi eksternal (interferensi elektronik, elektro-radiasi magnetik, stres mekanik, dan lainnya), tes pada berbagai jenis lapangan (hijau, lumpur, rumput) dan dalam stadion, tes dengan pemain, serta kondisi pencahayaan yang berbeda sesuai dengan persyaratan FIFA Piala Dunia 2014 Brasil.

Jika semuanya berjalan lancar, maka beban wasit pertandingan menjadi lebih ringan dan perselisihan saat pertandingan pun dapat dihindari. Hmm jadi tidak sabar menunggu FIFA Piala Dunia 2014!

Last modified on Wednesday, 11 January 2012 04:47
Rate this item
(0 votes)

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated.Basic HTML code is allowed.

T&t Magazine © Digital Publishing Dept. - Tren Media Group. All rights reserved.

Top Desktop version