Bukan hanya membawakan lagu-lagu hits yang, penyanyi yang memiliki nama asli Armando Christian Perez, ini juga membawakan lagu-lagu duetnya dengan beberapa penyanyi kenamaan. Mulai dari On The Floor dan Rain Over Me yang dibawakan berduet dengan J-Lo dan Marc Anthony. Sayangnya, rekan duet Pitbull tidak ada yang hadir dan menyanyikan langsung pada konsernya di Jakarta.
Rapper berkulit putih yang musiknya banyak terpengaruh dari aliran hip hop memberikan warna dan menampilkan perbedaan yang mencolok pada tata cahaya panggung yang lebih terang. Meski dirasakan kurang pas, jika dibandingkan dengan suasana klub malam yang identik dengan lampu temaram.
Dengan menonjolkan efek visualisasi lebih menjadikan kedatangan Pitbull untuk kedua kalinya terasa jauh berbeda. Kehadiran live video jockey dengan penambahan full band menjadikan malam terasa lebih istimewa. Membuka konser dengan membawakan lagu My Worldwide dan dilanjutkan dengan Hey Baby dari album terbarunya Planet Pit. Penyanyi plontos asal Kuba yang selalu tampil nyentrik dengan setelan jas dan kacamata hitam ini seketika mengubah suasana konser menjadi sebuah klub malam dadakan.
Konser yang dinilai sukses bagi promoter Trilogy Live ini berhasil menarik perhatian pengunjung hingga 5000 pengunjung dan tiket terjual sold out. Konser yang diadakan untuk kedua kalinya ini dinilai kurang memuaskan bagi penonton. Sebut saja penuturan Rena, siswi SMA yang menyaksikan konser Pitbull mengatakan bahwa penampilannya kali ini tidak sebagus konser terdahulu. Meski tampil dengan full band dan live video jockey, lagu-lagu yang dibawakan secara remix dan interaksi yang minim sangat disayangkan.
Selain membawakan hits dari beberapa albumnya, Pitbull juga membawakan lagu Party Rock Anthem, Smell Like Teen Spirit dan I've Gotta Feeling yang merupakan lagu LMFAO, Nirvana dan Black Eyed Peace. Bukan hanya diberikan bonus berupa dua lagu tersebut, Pitbull juga sempat membuat penonton terhenyak dengan aksinya menari tango saat menyanyikan lagu Calle Ocho. Penonton dibuat terhanyut dalam pesta semalam ketika lagu-lagu yang sudah akrab di telinga seperti Crazy, Culo, I Know You Want Me, Hotel Room Service, Boom Boom Shake, The Anthem.
Profesi Kelam Dan Karir Menyanyi
Rapper plontos yang lahir di Miami 30 tahun silam berasal dari latar belakang keluarga yang dibesarkan dari orang tua tunggal. Ketika masa transisi, Pitbull sempat diusir oleh sang ibu karena terlibat dalam bisnis jual beli narkoba. Sehingga kemudian dia menghabiskan waktunya bersama keluarga angkatnya di Rosewell, Georgia.
Pada tahun 2002, Pitbull menjadi rekan duet Lil John dan East Side Boyz untuk lagu Kings Of Crunk. Tahun berikutnya beliau merilis single berjudul Oye yang kemudian dijadikan soundtrack untuk film 2 Fast 2 Furious. Pada tahun 2004 Pitbull merilis debut album perdananya M.I.A.M.I dibawah perusahaan rekaman TVT. Setelah sempat berduet dengan Fat Joe, Trick Daddy dan Lil John, Pitbull kemudian menduduki chart 14 pada tangga lagu BillboardHot200 dari lagu Culo dan Toma. Album ini juga semakin melambungkan namanya kedalam jajaran penyanyi rap skala internasional
Berkat album menjadi hits dan menduduki tangga lagu teratas, menjadikan Pitbull sebagai penyanyi yang paling banyak dicari untuk dijadikan rekan berduet. Sempat mengadakan tur bersama dengan Eminem dan 50 Cent tidak lantas menjadikan Pitbull berhenti berkarya. Sukses dengan album perdananya, beliau kemudian merilis album El Mariel and The Boatlift yang didedikasikan untuk almarhum ayahnya yang meninggal.
Untuk album keduanya beliau berhasil menduduki peringkat ke 2 pada tangga lagu Billboard Hot untuk genre Rap. Selain itu juga untuk perolehan album menempati posisi pertama pada grafik independen. Sementara untuk tangga lagu Billboard Hot 200, albumnya berhasil naik ke nomor tujuh belas. Album yang banyak mendapat dukungan dari rekan duetnya seperti Trina, Jim Jones dan Lloyd. Album ini dinilai gagal karena tidak berhasil masuk jajaran 20 besar pada tangga lagu Billboard Hot 200.
Dengan angka penjualan sebanyak 22.203 kopi dalam minggu pertama, jauh di bawah harapan mengingat keberhasilan album pertama dengan angka penjualan lebih besar. Pada minggu kedua, penjualan album berhasil menembus angka 9.686 eksemplar dan menyebabkan penurunan ke urutan 134 pada grafik. Meski mengalami penurunan penjualan dan posisi dalam tangga lagu, bukan berarti kemampuan bermusik tidak meningkat di album berikutnya.
Pada penampilannya malam itu Pitbull membawakan total 23 lagu secara medley memuaskan rasa rindu penggemarnya. Meski minim interaksi dengan penonton, tetapi Pitbull berhasil menghangatkan suasana dengan mengajak penonton baik di jajaran festival maupun tribun untuk ikut menari bersama. Kemeriahan konser dengan memboyong full band semakin terasa lengkap dengan satu set drum, perkusi, turntable, keyboard, sentityzer, dan bas yang mampu mengeluarkan irama musik keras dan cepat.
Lagu-lagu yang dibawakan pada konsernya malam itu memaksa penonton untuk ikut bershuffle dance dan larut dalam suasana pesta yang sesungguhnya. Sepanjang konser yang dilangsungkan hanya selama 50 menit itu, Pitbull tampil enerjik dan tak henti menggoyangkan tubuhnya mengikuti alunan musik disko yang menghentak.
Konser yang dimulai telat 30 menit dari jadwal yang sudah ditentukan sebelumnya berhasil ditutup dengan apik lewat melalui lagu Give Me Everything dan kemudian menghilang dari panggung. Sebelum menghilang tanpa pamit Pitbull dan hanya sempat mengucapkan kata “Dale” yang menjadi ciri khasnya. Mungkinkah Pitbull kembali menggelar konsernya tahun depan dengan konsep yang lebih menarik dan durasi lebih lama?