T&t Magazine - Inspiring Your Techno Style

Switch to desktop Register Login

29 Dec

Gili Trawangan, Surga Tropis di Barat Lombok

Bagi banyak orang, “Lombok is the next Bali”. Bahkan ada yang bilang: “Kita bisa melihat Bali di Lombok, tapi belum tentu bisa melihat Lombok di Bali.” Artinya, banyak hal yang bisa dinikmati oleh para pelancong di Lombok, termasuk budaya Hindu seperti di Bali.

Lombok punya bangunan pura, yang dilahirkan oleh budaya dan agama Hindu. Lombok pun memiliki gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia, yaitu Rinjani dengan pesona luar biasa pemandangan alamnya. Ada pula budaya unik masyarakat suku Sasak di pulau itu. Penduduk Lombok juga terkenal akan kerajinan tembikarnya. Dan last but not least, selayaknya Bali, di Lombok juga terjajar hamparan pantai-pantai nan indah.

Begitu besarnya potensi wisata pulau tempat ibukota propinsi NTB berada itu, pemerintah bahkan membangun sebuah bandar udara baru. Bandar Udara Internasional Lombok (BIL) namanya, lebih besar dan moderen dibandingkan bandara lama Selaparang, untuk menampung kedatangan para wisatawan. Presiden meresmikan airport tersebut pada bulan Oktober 2011, disusul dengan pembangunan kawasan wisata Mandalika. Pasti akan spektakuler nanti, hasilnya.
Banyak pelancong datang ke Lombok dengan tujuan menikmati liburan. Di antara mereka, sebagian memilih menghabiskan waktunya di Gili Trawangan. Terutama wisatawan dari manca negara.
Gili Trawangan adalah nama sebuah pulau kecil di sebelah Barat Lombok, berukuran hanya sekitar 3 x 2 kilometer. Sekalipun kecil, di pulau ini banyak berdiri penginapan, hotel dan resort.
Sebetulnya terdapat 3 (tiga) pulau kecil di gugusan pulau ini: Gili Meno, Gili Air dan Gili Trawangan. Yang disebut terakhir inilah yang terpopuler.

Ada dua cara mengunjungi Gili Trawangan. Pertama, menumpang kapal cepat yang berangkat langsung dari Bali, dari Padang Bai di Barat atau Pelabuhan Benoa dan Serangan dekat Denpasar. Lebih praktis dan mudah.

Namun bagi pelancong yang berkunjung ke Gili Trawangan setelah menikmati wilayah lain di Pulau Lombok, mereka dapat memilih cara kedua, yaitu menumpangi perahu dari Pantai Bangsal. Perahu ini berlayar bolak-balik antara dermaga Bangsal, sekitar 30 kilometer dari Mataram dan dapat didatangi dengan angkutan darat seperti angkot atau taksi, langsung menempuh waktu sekitar empat puluh lima menit berlayar ke Gili Trawangan. Perahu ini beroperasi selayaknya bis air, atau ferry kecil.

Laut berair bening segera menyambut pengunjung di Gili Trawangan. Begitu beningnya, sampai-sampai dapat terlihat mahluk laut berenang di antara terumbu karang pantai. Pasir putih pun menghampar, diselingi pohon kelapa dan cemara di tepian. Indah.
Demi mengurangi pencemaran dan menjaga keutuhan alam, aturan lokal menyatakan kendaraan bermotor dilarang beroperasi di Gili Trawangan. Tapi bagi mereka yang kurang senang berjalan kaki, jangan takut! Ada moda transportasi yang bisa digunakan selama di Gili Trawangan.
Pertama adalah Cidomo. Mungkin namanya terdengar aneh, namun hakekatnya ini adalah sejenis delman atau dokar biasa. Kendaraan yang ditarik oleh kuda ini bisa disewa untuk berkeliling, dapat dimuati oleh 4 atau 5 orang.

Jika malas berjalan kaki, namun tetap ingin jalan-jalan sambil berolahraga, bisa digunakan moda transportasi kedua di Gili Trawangan: Sepeda. Banyak tempat penyewaan sepeda yang bisa dipinjam secara harian. Bahkan ada seorang teman yang lebih senang menggunakan sepeda ini. Katanya, “Lebih asik. Bisa berhenti di mana saja dan kapan saja. Jaraknya juga dekat-dekat, jadi tidak terlalu menguras tenaga. Santai! Anggap saja ikut fun bike!”
Berkeliling di Gili Trawangan memang mengasyikan. Hanya saja herannya, lebih banyak turis asing di sini dibandingkan turis lokal.

Malam hari, suasana di Gili Trawangan benar-benar menjadi seperti bukan di Indonesia. Sepanjang jalan utama di tepi pantai, banyak pub-pub, café dan diskotik menggelar acara hiburan. Minum-minum, dansa-dansi atau sekadar menyaksikan pertunjukan layar lebar menjadi acara utama di sini. Aroma pesta sekali.

“It’s gonna be the new Ibiza,” kata beberapa turis asing di sini.

Bagi pelancong bukan penggemar hura-hura, Gili Trawangan memang lebih dapat dinikmati di siang hari. Suasananya tenang, bahkan ada saat-saat tertentu cenderung terasa sepi, pada saat wisatawan lain sedang menikmati istirahatnya.

Snorkeling dan diving adalah menu utama siang hari di Gili Trawangan. Peralatan dapat disewa, bahkan digelar pula kursus menyelam di beberapa tempat.

Ikan warna warni yang berenang di antara terumbu karang adalah pemandangan bawah laut di sekitar perairan kepulauan Gili. Amat menakjubkan. Bagi penggemar diving sejati, di sana juga dapat dinikmati sejenis karang unik, yakni terumbu karang biru. Konon, jenis karang seperti itu hanya ada di dua tempat di seluruh dunia. Di Kepulauan Karabia dan di Gili Trawangan. Bintang laut, udang dan ubur-ubur adalah kekayaan laut lain yang bisa ditemukan.

Pemandangan lain yang dapat dinikmati di Gili Trawangan adalah panorama matahari terbit dari balik Pulau Lombok, lengkap dengan puncak Gunung Rinjaninya. Atau di sore hari, dipandang dari balik barat pulau, sunset akan terpapar dengan cantiknya.

Selain alam yang menakjubkan, infrastruktur di Gili Trawangan juga sudah cukup siap. Sepanjang jalan utama, terdapat beberapa warung telekomunikasi maupun warung internet. Provider telepon seluler pun sudah mendirikan beberapa BTS di pulau itu. Sedangkan untuk keperluan finansial, beberapa bank sudah mendirikan ATM di sana.

Jadi, jika suatu saat anda liburan dan pelesir ke Pulau Lombok, jangan lupa singgah ke Gili Trawangan! Pasti menyenangkan.

Last modified on Thursday, 29 December 2011 08:05
Rate this item
(0 votes)

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated.Basic HTML code is allowed.

T&t Magazine © Digital Publishing Dept. - Tren Media Group. All rights reserved.

Top Desktop version