Sontak, banyak pengguna Twitter atau tweeps yang kecewa dan protes atas kebijakan ini. Menanggapi hal tersebut, Twitter menegaskan situsnya tetap berkomitmen pada kebebasan berbicara. Dijelaskan Twitter, tweet yang melanggar hukum di salah satu negara tetap dapat dilihat di negara lain.
Untuk menandakan sebuah tweet disensor, Twitter akan memberikan notifikasi pada tweet tersebut. Menurutnya, kebijakan ini sama seperti yang dilakukan Google. "Kami tidak akan menghapus tweet siapa pun, kecuali jika tweet tersebut melanggar peraturan. Itu pun setelah dilakukan peninjauan secara internal," demikian pernyataan Twitter seperti dilansir Los Angeles Times, Minggu (29/1/2012).