Mobil listrik atau disebut juga kendaraan listrik atau electric vehicles (EV) dianggap sebagai kendaraan masa depan alternatif yang tidak bergantung bahan bakar. Di ajang Indonesia Motor Show lalu telah diperkenalkan beberapa brand kendaraan listrik.
Di ajang Consumer Electronics Show (CES), Qualcomm memamerkan upayanya mengantisipasi masa depan dengan menyiapkan solusi wireless charging. Wireless Car Charging merupakan bagian dari solusi Qualcomm untuk kategori wireless charging. Solusi ini juga dikenal dengan Wireless Electric Vehicle Charging atau disingkat WEVC.
Secara sederhana, solusi ini memungkinkan pengguna mengisi baterai kendaraan listrik atau electric vehicles (EV) dan plug-in hybrid electric vehicles (PHEV) secara nirkabel atau wireless. Secara fisik sistem ini terdiri dari 3 bagian utama yaitu Basis Charging Unit (BCU), Vehicle Charging Unit (VCU), dan remote AC power source.
BCU berupa BCU pad atau bantalan BCU terletak di permukaan tanah atau beberapa sentimeter tertimbun di bawah tanah. BCU pad terhubung ke remote AC power source yang dihubungkan dengan kendali dan komunikasi elektronik. BCU pad dapat diproduksi dengan berbagai ukuran tergantung pada rating daya yang digunakan. Biasanya kisaran 766mm x 575mm x 28mm dengan berat 20 Kg.
VCU terletak di kendaraan, terdiri dari VCU pad atau bantalan VCU dan kendali elektronik on-board. VCU pad lebih kecil dan lebih ringan dari BCU pad. Berkisar 350mm x 220mm x 22mm dengan berat 7 Kg.
Teknologi WEVC menggunakan resonansi magnetik untuk gabungan daya dari BCU ke VCU. BCU Power ditransfer ke pad VCU melalui magnetic coupling, dan pada saat inilah terjadi pengisian baterai kendaraan. Komunikasi antara VCU dan BCU memastikan dampak minimal pada grid.
Sistem WEVC dapat bekerja di rentang Very Low Frequency atau band frekuensi sangat rendah (biasanya di bawah 300kHz). Ada beberapa perdebatan mengenai frekuensi terbaik untuk digunakan dalam aplikasi otomotif. Qualcomm Halo sebagai bagian dari Qualcomm yang bertanggung jawab untuk wireless charging berpartisipasi dalam diskusi-diskusi standar global. Berhubungan dengan banyak topik wireless charging termasuk pemilihan frekuensi optimal untuk WEVC.
Terobosan pengecharge-an kendaraan secara wireless adalah berbicara mengenai kemampuan untuk mentransfer power secara efisien melalui kesenjangan udara yang besar. Ini penting sebab memungkinkan pengguna memarkir kendaraan sembari melakukan pengisian power.
Dengan adanya solusi ini, kini mengisi baterai mobil listrik dapat dilakukan lebih mudah. Tak perlu memposisikan kendaraan secara tepat di dekat stasiun pengisian. Lebih nyaman karena mengurangi penggunaan kabel untuk plug in dan unpack. Bagaimana dengan pengecharge-an sambil mobil tetap bergerak atau tanpa perlu memarkir mobil? Kita tunggu saja kapan dapat terwujud.