T&t Magazine - Inspiring Your Techno Style

Switch to desktop Register Login

20 Feb

Saham Perdana Tiphone Direspon Pasar

Penawaran saham perdana (IPO) perusahaan distributor PT. Tiphone Mobil Indonesia Tbk, 12 Januari 2012 memperoleh respons positif. Pada saat masuk bursa (listing), saham Tiphone langsung menguat 12% ke level Rp350 dari harga perdana Rp310. Harga saham yang berkode TELE itu pada perdagangan hari itu, Kamis (12/1/2012) tercatat sebagai saham paling aktif keempat diperdagangkan. Pihak perseroan mengklaim mengalami kelebihan permintaan pasar (oversubscribed). Jumlah pemesanan yang masuk mencapai empat kali lipat dari target awal.

“Langkah memasuki bursa saham ini sekaligus sebagai komitmen grup usaha untuk terus mengembangkan dan mencapai kinerja yang semakin baik guna memberikan kontribusi kepada stakeholder, masyarakat dan pemerintah. Termasuk aplikasi good corporate governance pada perusahaan terbuka sejenis TiPhone Mobile Indonesia,” ujar Hengky Setiawan, Presiden Komisaris TiPhone Mobile Indonesia menjelaskan.

Sumbangsih anak perusahaan terhadap induk group paling besar diberikan oleh Telesindo Shop sebesar 60%, lalu Excel Utama Indonesia sebesar 30%, 10% dari TiPhone Mobile dan sebagai penunjang diberikan dari Setia Utama Media Aplikasi dan Setia Utama Services.

Menurut Direktur Sinarmas Sekuritas Andreas Tjendan, selaku penjamin pelaksana emisi mengungkapkan, IPO saham TELE diminati investor asing, khususnya dari Asia sekitar 80% dan sisanya investor lokal.

Dengan melantainya pemilik ponsel merek Tiphone di Bursa Efek Indonesia (IDX), maka bertambah satu perusahaan yang bergerak di bisnis distribusi seluler. PT.Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) distributor dengan merek dagang Erafone sudah lebih dulu listing pada 14 Desember 2011. Erajaya dikenal sebagai salah distributor ponsel Blackberry, Nokia, Samsung, Sony Ericsson melalui anak perusahaannya PT. Teletama Artha Mandiri. Sedangkan sebelumnya lagi, PT SkyBee Tbk (SKYB) pemilik merek ponsel SkyBee pada 7 Juli 2010

Menurut Corporate Secretary PT. Tiphone Mobil Indonesia, Semuel Kurniawan ke depan perseroan akan memfokuskan pada pengembangan bisnis media aplikasi, karena net margin di segmen bisnis ini bisa mencapai 30-40%. Berdasarkan laporan keuangan perseroan pertengahan tahun 2011, segmen penjualan voucher menyumbang Rp2,65 triliun, setara 89,07% total penjualan konsolidasi perseroan. Penjualan ponsel membukukan pendapatan Rp325,15 miliar dan layanan purnajual Rp464 juta.    

Untuk meningkatkan pendapatan perseoran, Tiphone akan mengakuisi tiga perusahan voucher dan perusahaan seluler di luar Tiphone, tetapi masih merek China. Dengan akuisisi tersebut, menurut Direktur Utama PT. Tiphone Mobil Indonesia Tbk, Garuda Sugardo dapat meningkatkan pendapatan pada akhir tahun 2012 menjadi Rp11 triliun dari target semula, Rp 8triliun. Akuisi juga akan mendongkrak aset perusahaan sampai 150%. Berdasarkan proyeksi keuangan tahun lalu, asetnya mencapai Rp1,17 triliun.

Emiten yang berkode TELE tersebut terpaksa menurunkan jumlah saham IPO yang dilepas ke publik, dari dari 2,67 miliar menjadi 1,35 miliar lembar saham. Walhasil, dana IPO yang awalnya ditarget sekitar Rp700-Rp900 miliar akan turun menjadi Rp418,5 miliar. Garuda Sugardo optimis bahwa perseroan bisa meningkatkan kinerja pendapatannya tahun ini. Ia menerangkan, sekitar 88,58% dana hasil IPO akan digunakan untuk pelunasan kewajiban anak perusahaan, PT Telesindo Shop. Sementara sekitar 11,42% digunakan untuk modal kerja.

Di samping mencatatkan sahamnya di bursa, PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) juga berencana menerbitkan waran (hak untuk membeli saham) I sebanyak 1,337 miliar lembar. Waran diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif pemegang saham baru. Setiap pemegang dua saham baru berhak atas satu waran. Waran yang diterbitkan memiliki jangka waktu lima tahun. Dari penawaran publik tersebut, Tiphone berharap pemasukan sekitar Rp418.5 miliar. Dalam jangka panjang Tiphone menargetkan posisi mereka di IDX akan menempatkan market cap pada angka Rp1.65 triliun.

Last modified on Monday, 20 February 2012 07:41
Rate this item
(0 votes)

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated.Basic HTML code is allowed.

T&t Magazine © Digital Publishing Dept. - Tren Media Group. All rights reserved.

Top Desktop version