Setyanto P. Santosa, Ketua Masyarakat Telematika Indonesia memaparkan, kenaikan penetrasi mobile pada tahun 2006 sebesar 6% dan pada akhir tahun 2011 menjadi 15%. Kenaikan ini cukup signifikan, mengingat kini semakin banyak akses internet dilakukan melalui mobile devices. Untuk itu dibtuhkan akses data yang mumpuni dan peningkatan kualitas layanan broadband.
Sayangnya penggunaan internet masih sebatas untuk hiburan dan bersenang-senang, padahal sesungguhnya internet bisa dimaksimalkan untuk e-commerce. Layaknya di negara-negara maju yang sudah lebih dahulu memaksimalkan fungsi internet menjadi lebih berguna. Hal ini seakan menjadi mengubah model landscape bisnis di Indonesia dengan memaksimalkan peran internet.
Pada kesempatan yang sama, Iwan Rachmat, Senior Consultant ICT Practice Frost & Sullivan juga memaparkan bahwa penetrasi internet di Indonesia dapat tumbuh sekitar 29,7% di tahun 2010-2015. Sementara koneksi data akan mengalami pertumbuhan sebesar 21,9% pada 2011-2016.
Ditambahkan juga pada tahun 2011, Indonesia mengalami era dimana layanan suara mulai mengalami penurunan. Sejak tahun 2009 hingga 2011 layanan suara semakin mengalami penurunan, terhitung mulai dari 67% pada tahun 2009, 60% pada tahun 2010 dan 60% pada akhir 2011.