Telkomsel R&D yang diresmikan pada 5 Desember 2011 merupakan wadah terbaik bagi pengembangan industri telekomunikasi seluler. Bangunan yang berlokasi di pusat telkom (Bandung) ini menggandeng institusi penelitian seperti BPPT, LIPI, universitas serta komunitas developer untuk menguji coba aplikasi atau prototipe secara lengkap demi meningkatkan ekosistem jaringan wireless dan meningkatkan evolusi teknologi telekomunikasi.
Berdirinya Telkomsel R&D menunjukkan komitmen seriusnya dalam mengembangkan evolusi dan teknologi seluler untuk kemajuan industri telekomunikasi seluler di Indonesia.
Bangunan dengan luas sekitar 375 meter persegi ini memiliki fasilitas lengkap yang meliputi ruang data center, ruang perangkat, ruang pengujian, ruang monitoring, IP Surveillance dan fasilitas demo (outdoor). Seluruh fasilitas akan mendukung proses inkubasi teknologi, sebelum disajikan kepada masyarakat.
Telkomsel R&D tidak hanya didirikan untuk meningkatkan ekosistem jaringan wireless dan evolusi teknologi komunikasi, namun memfokuskan kegiatan pada pengembangan green technology juga. Terlihat pada bangunan R&D yang di dalamnya memanfaatkan teknologi ramah lingkungan seperti pemasangan lampu LED yang hanya memerlukan daya sebesar 18 watt, padahal lampu biasa memerlukan daya sekitar 80 watt.
“ Telkomsel menyadari keterbatasan sumber energi dan berkembangnya tren penggunaan energi alternatif serta perlunya kelestarian alam. Hal ini membutuhkan terobosan penerapan penggunaan teknologi yang ramah lingkungan dan tidak menimbulkan polusi.” Jelas Sarwoto Atmosutarno, Direktur Utama Telkomsel. "Untuk itu, salah satu fokus yang akan dilakukan adalah pengembangan green technology melalui sumber energi alternatif." tambahnya.
Sumber energi alternatif yang dimaksud antara lain pengembangan solar cell, mikrohidro, dan fuel cell. Penggunaan sumber alternatif itu sudah dilakukan tak kurang dari 2.200 Base Transceiver Station (BTS) di seluruh nusantara.
Mikrohidro sendiri telah dilaksanakan di daerah Gorontalo. “Dengan menggunakan teknologi mikrohidro yang ramah lingkungan, dapat menghasilkan daya kekuatan hingga 6000 watt. Padahal Sebuah BTS hanya memerlukan daya sekitar 5000 watt”, ujar Sigit Dwi Handoko, Technical Support Manager Citramsel.
Tak hanya itu, Telkomsel berencana memperluas pemakaian Green Building Automation Solution (GBAS), energi angin, dan efisiensi energi data center. Pada bidang radio dan core, Telkomsel mempersiapkan teknologi Cloud RAN dan Core Convergence.